Translate

Kamis, 09 September 2021

Ku Buka Pintu

Kurasa badaiku sudah berlalu, untuk saat ini. Pintu yang dulu dikunci rapat, saat ini berani kubuka sedikit, kubiarkan jendela juga terbuka agar cahaya mentari dapat mengintip. Lalu saat pintuku tak lagi terkunci, pas sekali kamu berpapasan denganku, lalu kamu izin untuk mengetuk pintuku, dan aku iyakan. Sesaat kemudian, aku tahu. Kamu human chargerku. Kamu beri aku energi yang sebelumnya tidak kusadari kalau aku butuh itu. Kamu mengizinkanku menjadi aku, memberi ruang aman untukku menunjukkan luka, lemah, dan kurangku. Di depanmu, aku mengeluh terus ya? Tapi kamu tidak terganggu. Aku boleh mengeluh sebanyak yang aku perlu, tapi aku tidak boleh berhenti, katamu sih begitu. Bersamamu, rasanya waktu cepat berlalu. Tapi aku tidak takut kamu akan juga hilang seperti waktu, entah apa yang membuatku yakin kamu akan ada disana, tetap sabar menunggu dan aku bisa melihatmu, sejauh apapun aku. Sejak kamu dan aku kembali berpapasan setelah waktu lama memisahkan, aku jadi lebih ingin menyambut hari, karena aku tahu kamu akan menyapa, menemani aku melewati hari yang tak jarang melelahkan. Kemudian di akhir hari, kamu ada disana mengucapkan selamat malam, dan semoga kita memang saling mendoakan. Mungkinkah kamu jawaban atas semua doaku? Sekarang yang kupinta dari Tuhan cuma satu. Semoga aku boleh menikmati keindahan yang tiba-tiba ini. Tanpa ada batasan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar