Translate

Kamis, 02 Juli 2020

Tamu

Kemarin pagi, tiba-tiba kamu menyapaku, 
Buatku kaget, biasanya kamu tidak begitu. 
Makin terkejut, karena kamu tiba-tiba tanya padaku
"Sedang banyak pikiran ya kamu?"

Jariku diam, aku membisu. 
"Kok kamu tahu? Kamu cenayang, ya? Takut aku." 
Begitu jawabku. 
Kulihat kamu membalas pesanku, "Tidak, aku hanya tahu." 

Aku cerita kalau perasaan tidak berhargaku sedang bertamu. 
Sudah beberapa hari dia datang, berlarian, kadang mengganggu. 

"Ini kan bukan pertama kali buatmu?" 
"Kali ini, kamu mengundangnya datang atau dia tiba-tiba sudah di depan pintu?" 
"Tidak bisa kamu usir dia pergi jauh-jauh seperti yang dulu-dulu?" 
Banyak sekali tanyamu. 

Sejenak aku termenung, membaca semua kata-katamu.  
"Mungkin benar katamu, memang aku yang bukakan pintu." 
"Tapi aku sudah tidak mau usir dia seperti dulu." 
"Aku mau beri sambutan hangat, peluk erat-erat, bisa jadi memang dia sinyal jeda bagiku." 
"Biarkan dia bergerak hingga bosan, lalu kuyakin dia akan mulai diam meski tetap berdiri di sudut hingga berdebu." 

Kali ini, kamu yang diam membisu..