Ini adalah hari yang membuat semua perjuangan terasa layak dijalani. Pengumuman SBMPTN (Saringan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah hari ini. Seharian, dilalui dengan penuh rasa gelisah, dan penuh doa. Banyak yang bilang, saya ini berlebihan. Akan tetapi, saya benar-benar merasa luar biasa ketakutan akan adanya penolakan kali ini. Menurut orang-orang sekitar, tidak masuk UI bukanlah akhir dari dunia. Dunia saya tidak runtuh dan tidak akan terjadi kiamat. Iya, saya sadar itu benar. Tapi, masuk UI adalah mimpi saya. Mimpi gila yang saya tidak sangka bisa jadi kenyataan. It's too great to be true. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Siapa yang tidak mau masuk UI? Sudah sering saya bayangkan memakai jas almamater kuning yang menjadi ciri khas UI. Betapa bangganya. Akhirnya, setelah pengumuman menegangkan sore tadi, tidak lama lagi, mimpi itu jadi nyata. Betapa Tuhan mendengarkan doa saya.
Detik-detik pengumuman menjadi amat luar biasa menegangkan. Karena ribuan orang mau melihat pengumuman, maka server down untuk beberapa lama. Dari jadwal pukul 17.00, saya sendiri baru bisa membuka websitenya pukul 18.00. Itupun setelah saya titip minta tolong kakak saya di Jakarta untuk melihat pengumuman. Selama penantian itu, saya sambil online twitter. Saya stress melihat twit teman-teman yang sudah bisa melihat pengumuman, sedangkan saya belum. Saya juga senewen melihat whatsapp dari teman-teman yang menanyakan bagaimana hasil pengumuman. Ingin rasanya saya marah-marah. Lalu, begitu websitenya bisa dibuka...kakak saya yang ditelepon dari Semarang dengan berseru menyatakan saya lolos SBMPTN! Betapa girang hati saya. Saya langsung meletakkan handphone, lalu melompat dan memeluk budhe yang duduk di sebelah saya, dan saya menangis. Menangis kaget, terharu, bahagia. Semua jadi satu. Saya tidak percaya, sampai akhirnya kakak saya mengcapture hasil pengumuman, dan dikirimkan ke inbox facebook saya. Seketika saya tanyakan teman-teman saya yang belum saling berkabar. Mereka ada yang tidak lolos. Kontan saya sedih, dan bersyukur. Sedih karena mereka tidak lolos, dan bersyukur karena Tuhan telah memilih saya, membantu saya untuk masuk ke universitas yang menurut orang-orang sangat sulit untuk masuk.
Saya rasa, hasil penerimaan kali ini merupakan pembuktian diri saya, dan anugerah luar biasa dari Tuhan kepada saya. Saya percaya ini adalah yang terbaik, dan Tuhan punya rencana besar bagi saya dan keluarga saya di depan sana. Perjuangan saya masih sangatlah panjang. Hanya saja, gerbang menuju mimpi telah terbuka hari ini. Kini, doa saya ialah agar Tuhan menjaga saya untuk tidak terlalu lama tenggelam dalam euforia hari ini. Masih banyak teman saya yang harus berjuang meraih mimpinya, dan masih banyak teman yang kecewa akan hasil hari ini. Saya juga mengatakan pada keluarga saya, agar senantiasa mengingatkan agar saya tidak menyombongkan diri. Masih panjang jalan di depan sana. Saya selalu ingat kata-kata Ibu saya ketika saya kelas 4 SD. "Kalau kamu sombong, ingat-ingat ini sampai kamu besar. Kamu membuka lubang kuburan di hadapanmu sendiri." Dan saya percaya itu. Semoga setelah hari ini, langkah saya semakin ringan untuk meniti pelangi yang sedang Tuhan rajut untuk saya. Semoga setelah hari ini, saya semakin sadar rencana apa yang sedang Tuhan rancang bagi saya, dan saya belajar untuk membahagiakan tidak hanya diri saya sendiri, tapi juga membahagiakan orang-orang di sekitar saya.
Well, good night fellas. Have a nice sleep :)
-Semarang, 8 Juli 2013-
Translate
Senin, 08 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
Pangeran Berkuda Putih
Sekitar sebulan lalu, waktu pulang gereja hari Sabtu, Ibu tiba-tiba nunjuk seorang cowok berkemeja kotak-kotak hitam putih yang duduk di atas motor di halaman gereja. Ibu bilang, "Tuh Vin, ganteng. Ibu kasih kamu tantangan. Berani gak kamu kenalan sama cowok itu?" Tantangan itu bikin gw jadi merhatiin cowok itu, yang sampai sekarang gw sebut dengan 'si kakak ganteng'. Demi apa aja, dia tampan. Wow, namanya ditantang kan, adrenalin langsung meningkat tuh. Entah kenapa, wajahnya jadi keinget terus. Akhirnya, udah dua minggu lewat, tantangan itu sudah terlupakan, bahkan wajah si kakak ganteng juga sudah nggak jadi fokus. Lalu, waktu lagi ada event anak muda Katolik di gereja jalan Malang, gw ketemu si kakak ganteng itu lagi. Tantangannya Ibu jadi keinget deh. Kenalan sama si kakak ganteng. Gw itu orangnya gampang kenalan. Gampang memulai percakapan, bisa dengan mudahnya menyapa, yang bahkan kata temen-temen gw, gw itu nggak punya malu. Tapi entah kenapa, di deket si kakak ganteng, gw speechless. Nggak bisa ngomong apa-apa. He's different. Dia punya sesuatu yang bikin gw nggak berani mendekat. Padahal, gw berdiri persis di sebelah dia. Padahal, kalo gw mau nih, kayaknya modus sedikit bisa bikin gw salaman sama si kakak ganteng. Tapi nggak tahu kenapa, gw cuma diam. Nggak bergerak. Selama dua hari kegiatan, gw lihat si kakak ganteng terus, dan gw menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Tapi emang dasarnya gw nggak tahu malu, setelah misa kaum muda yang dilaksanakan sebagai puncak event, gw berseliweran di dekat si kakak ganteng, dan sepertinya (ini gw aja kali yah yang geer) dia notice keberadaan gw! Yeayyyy.. buktinya, setiap kali gw nengok ke dia, dia juga melihat ke arah gw (oke ini jelas gwnya aja yang geer hehehe) Tapi mungkin sebenernya dia itu agak ilfil kali yah hahahaa.. oke bodo amat. Tapi sekali lagi, gw nggak berani mendekat. Namun sesudahnya, miracle happened. Ada anak sesama paroki si kakak ganteng teriak manggil si kakak ganteng dan gw akhirnya tahu namanya!!! Aaaakkkk...can you imagine how happy I was? ahahahaha...but in the end,the result still, gw nggak berhasil kenalan! Grr.. ada rasa penasaran sih. What's wrong with me? Akhirnya, event anak muda itu berlalu tanpa gw berhasil melakukan tantangan.
Seminggu kemudian, yang berarti itu adalah minggu lalu, ada misa tahbisan romo di Cibubur. Setelah misa, ada acara lagi di lapangan sekolahan deket gereja. Waktu gw dari parkiran mobil mau ke lapangan sekolah, gw menengok ke barisan orang yang mau masuk gerbang sekolah, dan mata gw langsung menangkap sosok manusia yang nggak asing. Si kakak ganteng! Demi apa! Dari sekian banyak manusia yang berjalan, mata gw menangkap sosok si kakak ganteng, dan persis waktu gw melihat sosoknya, dia juga melihat ke arah gw. Entah itu yang dilihat gw atau bukan, tapi gw bisa dengan bebas melihat wajahnya. Oh my.. you've just made my day dude :') dan setelah itu, selama acara makan, entah bagaimana caranya, gw bisa dengan mudah mencari sosok si kakak ganteng dalam kerumunan. Seakan ada radar, dan gw bisa melacak adanya si kakak ganteng. Serem yak? ahahaha ya terserah deh ah. Dengan bangganya, gw pamer ke Ibu kalau gw bisa melacak si kakak ganteng di sana. Ketemu si kakak ganteng bener-bener bikin seharian gw tersenyum. Aneh ya? Entah. Gw juga nggak ngerti bagaimana bisa sosok yang gw nggak kenal sama sekali, bisa bikin gw tersenyum sendiri. Seminggu berlalu, tapi tetep wajahnya nggak bisa hilang. Nggak tahu kenapa, gw jadi semangat pergi ke gereja tiap sore, apalagi kalau misa di gerejanya si kakak ganteng. Apalagi di misa-misa khusus seperti Jumat Pertama kemarin itu. Tapi sayang, kaum muda gereja itu lagi ada summer camp, yang alhasil, gw nggak menemukan adanya anak muda kemarin, yang berarti, tidak ada si kakak ganteng. Ngeliat gw kecewa, Ibu bilang lagi sama gw gini, "Think smart dong. Cari di fb." Wow. Brilian. Bahkan otak gw nggak sampai situ. Akhirnya, malam ini gw dengan semangat 45, menelusuri fb untuk mencari nama lengkap si kakak ganteng. Setelah dua jam pencarian, voila! Finally I found his facebook. Bahagia banget. I already knew his fullname. Thank God.
Okay. Dari postingan di atas, gw jadi berpikir. Bagaimana bisa sosok yang gw nggak kenal, bisa bikin gw tersenyum. Mungkinkah ini efek adrenalin, yang disebabkan oleh tantangan? Entah, gw nggak tahu. Sejujurnya, gw lebih suka begini. Membiarkan diri gw nggak kenal sama si kakak ganteng. Membiarkan sosoknya jadi hantu di pikiran gw. Membiarkan diri gw terpesona sama bayang-bayangnya dan menikmati senyumnya dari jauh. Membiarkan sosoknya jadi motivasi, dan dia tidak perlu tahu. Mengagumi si kakak ganteng, tanpa perlu menyelami hidupnya, itu sudah membuat gw bahagia. Lebih baik begini. Membiarkan gw berfantasi dengan liarnya tentang sosok si kakak ganteng, berimajinasi sendiri, tanpa tahu kebenaran tentang hidup si kakak ganteng yang takutnya, nanti malah bikin gw kecewa sendiri. At least, I still know his name already :) It's more than enough. Ada satu pesan ulangtahun dari Ibu yang bikin gw teringat lagi. "Semoga kamu menemukan pangeran berkuda putihmu ya Vin." Dan secara kebetulan, ada postingan status di fb nya si kakak ganteng yang menyebut-nyebut pangeran berkuda putih. Gw senyum-senyum sendiri. Mungkinkah ini pertanda? (maaf, mulai nggak jelas ahahaha) Enggak ding. But, if he's my prince with the white horse, I will never know. Intinya sih, tantangan Ibu nggak jadi terlaksana, atau mungkin bisa dikatakan belum terlaksana. Tapi kayaknya, gw lebih suka begini deh. Membiarkan otak gw berimajinasi, tanpa ada kontaminasi :)
Well, akhirnya, gw cuma mau bilang, selamat malam! :D
Seminggu kemudian, yang berarti itu adalah minggu lalu, ada misa tahbisan romo di Cibubur. Setelah misa, ada acara lagi di lapangan sekolahan deket gereja. Waktu gw dari parkiran mobil mau ke lapangan sekolah, gw menengok ke barisan orang yang mau masuk gerbang sekolah, dan mata gw langsung menangkap sosok manusia yang nggak asing. Si kakak ganteng! Demi apa! Dari sekian banyak manusia yang berjalan, mata gw menangkap sosok si kakak ganteng, dan persis waktu gw melihat sosoknya, dia juga melihat ke arah gw. Entah itu yang dilihat gw atau bukan, tapi gw bisa dengan bebas melihat wajahnya. Oh my.. you've just made my day dude :') dan setelah itu, selama acara makan, entah bagaimana caranya, gw bisa dengan mudah mencari sosok si kakak ganteng dalam kerumunan. Seakan ada radar, dan gw bisa melacak adanya si kakak ganteng. Serem yak? ahahaha ya terserah deh ah. Dengan bangganya, gw pamer ke Ibu kalau gw bisa melacak si kakak ganteng di sana. Ketemu si kakak ganteng bener-bener bikin seharian gw tersenyum. Aneh ya? Entah. Gw juga nggak ngerti bagaimana bisa sosok yang gw nggak kenal sama sekali, bisa bikin gw tersenyum sendiri. Seminggu berlalu, tapi tetep wajahnya nggak bisa hilang. Nggak tahu kenapa, gw jadi semangat pergi ke gereja tiap sore, apalagi kalau misa di gerejanya si kakak ganteng. Apalagi di misa-misa khusus seperti Jumat Pertama kemarin itu. Tapi sayang, kaum muda gereja itu lagi ada summer camp, yang alhasil, gw nggak menemukan adanya anak muda kemarin, yang berarti, tidak ada si kakak ganteng. Ngeliat gw kecewa, Ibu bilang lagi sama gw gini, "Think smart dong. Cari di fb." Wow. Brilian. Bahkan otak gw nggak sampai situ. Akhirnya, malam ini gw dengan semangat 45, menelusuri fb untuk mencari nama lengkap si kakak ganteng. Setelah dua jam pencarian, voila! Finally I found his facebook. Bahagia banget. I already knew his fullname. Thank God.
Okay. Dari postingan di atas, gw jadi berpikir. Bagaimana bisa sosok yang gw nggak kenal, bisa bikin gw tersenyum. Mungkinkah ini efek adrenalin, yang disebabkan oleh tantangan? Entah, gw nggak tahu. Sejujurnya, gw lebih suka begini. Membiarkan diri gw nggak kenal sama si kakak ganteng. Membiarkan sosoknya jadi hantu di pikiran gw. Membiarkan diri gw terpesona sama bayang-bayangnya dan menikmati senyumnya dari jauh. Membiarkan sosoknya jadi motivasi, dan dia tidak perlu tahu. Mengagumi si kakak ganteng, tanpa perlu menyelami hidupnya, itu sudah membuat gw bahagia. Lebih baik begini. Membiarkan gw berfantasi dengan liarnya tentang sosok si kakak ganteng, berimajinasi sendiri, tanpa tahu kebenaran tentang hidup si kakak ganteng yang takutnya, nanti malah bikin gw kecewa sendiri. At least, I still know his name already :) It's more than enough. Ada satu pesan ulangtahun dari Ibu yang bikin gw teringat lagi. "Semoga kamu menemukan pangeran berkuda putihmu ya Vin." Dan secara kebetulan, ada postingan status di fb nya si kakak ganteng yang menyebut-nyebut pangeran berkuda putih. Gw senyum-senyum sendiri. Mungkinkah ini pertanda? (maaf, mulai nggak jelas ahahaha) Enggak ding. But, if he's my prince with the white horse, I will never know. Intinya sih, tantangan Ibu nggak jadi terlaksana, atau mungkin bisa dikatakan belum terlaksana. Tapi kayaknya, gw lebih suka begini deh. Membiarkan otak gw berimajinasi, tanpa ada kontaminasi :)
Well, akhirnya, gw cuma mau bilang, selamat malam! :D
Langganan:
Komentar (Atom)