Tadi aku ketemu kamu.
Tapi ternyata, baru kusadari aku tidak serindu itu.
Sendi tubuhku tidak tertarik bergerak menghampirimu.
Bibirku tidak berusaha mengucapkan kata untuk menyapa.
Raut wajahku pun tidak melembut, semakin dingin, menyerupai rautmu.
Aku banyak menunduk, tidak ingin melihat wajahmu.
Seperkian waktu tadi, sempat ada aliran listrik statis menyergapku ketika aku merasakan hadirmu.
Aku masuk ke dalam diri lebih jauh, mengukur rasa yang kusisihkan untukmu.
Semakin aku menyelam, ternyata rasaku padamu sudah semakin padam.
Saat semua rasa kembali netral, aku melihatmu, benar-benar melihatmu, dan ku tahu rasamu untukku pun sudah hilang.
Sakitkah aku? Ternyata tidak terlalu.
Ternyata aku bisa tersenyum padamu, tetap memberi perhatian tanpa harus takut kembali punya rasa.
Lalu kubisa rasakan pundakku melemas, aku tahu aku siap melepaskan beban berat yang selama ini aku pilih untuk dipikul, aku bebas.