Translate

Senin, 08 April 2024

TERLAMBAT

Hari ini, lagi-lagi kamu terlambat, datang jam dua, padahal kamu sempat berjanji jam satu pasti kamu sudah tiba. Kembali, aku kecewa. Sempat aku mengomel, kamu bilang "maaf" dan aku tahu dari gerak tubuhmu, kamu takut. Namun kali ini, aku tidak kasihan. Aku gusar. Aku marah. Setelah aku coba maknai apa yang membuatku marah, kesadaranku sampai pada pemaknaan bahwa dengan kamu terus melanggar janji, aku seperti disepelekan. Sudah berkali-kali aku mengatakan apa yang tidak kusuka, tapi rasanya kamu tidak mendengarkan. Apalagi kamu tidak bertanya sama sekali apa yang kurasa dalam diamku sepanjang jalan. Buatku, artinya kamu tidak peduli. Saat kamu minta maaf pun, aku tidak yakin kamu benar-benar menangkap apa yang membuatku marah. Muncul di pikiranmu maafmu diucapkan hanya agar masalah tidak berlarut. Hari ini, aku banyak berpikir. Aku tidak bisa mengubahmu, yang bisa kulakukan hanya mengukur diriku. Seberapa tahan aku dengan sikapmu? Mungkin baiknya aku diam. Belajar menurunkan ekspektasi, atau malah sekalian tidak peduli. Paling tidak, aku jadi bisa menjaga hati dan hemat energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar