Hati-hati bermain hati, nanti kau patah dan sulit diobati.
Terlambat.
Aku sudah terlanjur bermain-main dengan hati dan perasaanku sendiri.
Aku terlanjur jatuh hati. Jatuh hati pada sosok yang mungkin sempat mampu kugapai, tapi kini terasa jauh dan sulit kuraih. Kenapa? Karena waktunya tidak tepat. Aku sedang tidak sendiri.
Aku bermain dengan hati dan perasaanku sendiri. Menyepelekan kekuatan rasa yang ternyata mampu sedemikian besar mencintai, sekaligus menyakiti. Berpura-pura, menyembunyikan rasa yang ternyata tidak lagi mampu kutahan. Aku jatuh hati.
Aku jatuh hati, pada sosok yang bahkan dari ujung jarinya pun sudah mampu memberiku kehangatan dan rasa aman. Aku jatuh hati, pada sosok yang melihat punggungnya pun senyumku sudah merekah sampai ke pipi. Aku jatuh hati pada sosok yang ternyata sudah biasa mengisi hari-hari luangku selama ini. Tapi aku baru sadar, aku benar-benar jatuh hati. Masalahnya, aku sedang tidak sendiri.
Aku bermain dengan hati dan perasaanku sendiri. Sok kuat menahan hati agar tidak jatuh lagi tetapi tetap membiarkan diri didekati. Seperti biasa, aku salah prediksi. Aku jatuh lagi, dan kini aku harus sembunyi. Kenapa? Karena aku tidak bisa bersama dengan dua hati..