Translate
Senin, 25 Juni 2012
Ketika Bintang Menyembuhkan
Ini adalah bagaimana membuktikan teori bahwa kita datang dari alam, dan akan kembali kepada alam, serta bagaimana membuktikan bagaimana luka akan sembuh secara alamiah. Tanggal 21-23 Juni kemarin, saya pergi ke Ciwidey, untuk camping dan rekoleksi. Seperti yang sudah dibayangkan, tempatnya akan bersuhu rendah, dan alamnya indah. Bagaimana tidak indah, lokasinya diapit gunung, tepatnya di lembah gunung Patuha, dan dikelilingi oleh kebun strawberry dan hutan. Sebelumnya, sebelum pergi, saya baru saja patah hati. Saya jadi malaaaasss sekali untuk pergi. Betapa tidak, seperti yang sudah diketahui bahwa ketika patah hati, sesaat indahnya hidup terasa hilang. Tapi saya mencoba menjadi profesional. Saya tetap pergi, dan tetap mengikuti aktivitas semuanya dengan berusaha tersenyum, seakan saya tidak sedang terluka. Tetapi ternyata saya tetap harus menangis. Nah, tepat saat itulah, saya melihat langit di atas sana yang sedang penuhh dengan bintang, dan saya kemudian secara magis tersenyum bahagia. Saya bersedia memaafkan, dan saya siap melepaskan. Lalu saya merasa bahwa kembali punya harapan. Indah sekali. Dan sejak malam itu, saya tidak lagi galau, tapi saya mendoakan. Saya percaya luka ada karena ada obatnya. Dan salah satunya adalah alam. Alam menyembuhkan saya. Saya kembali tersenyum, dan saya percaya Tuhan ada di samping saya untuk mengatakan bahwa semua masalah ada jalannya. :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar