Translate

Senin, 29 Juni 2020

Tidak Lagi Memiliki

Suatu hari, aku bertanya dalam hati,
Apa yang paling sulit dari tidak lagi memiliki?
Aku sampai diam berkontemplasi, berhari-hari
Lalu aku membuka mata dan menemukan jawab dari pertanyaan ini.
Melepaskan dan merelakannya pergi.

Kemudian aku bertanya lagi
Mengapa melepaskan itu sulit sekali?
Kembali aku bermeditasi, berusaha mencari jawab dalam diri.

Kamu sulit melepaskan karena selama ini kamu beri semua energimu untuk investasi.
Tapi ketika apapun itu tidak lagi bisa kamu genggam dan tidak dapat kembali,
Kamu kecewa, marah, dan mungkin mengutuk diri.
Penasaran, lalu kamu coba lagi.
Membuat lukanya semakin pedih karena digarami.

Kali ini semesta mengajakku diskusi.
Semuanya bilang, sebenarnya kamu tidak punya apa-apa di dunia ini.
Semua hanya dipinjamkan, diberi padamu sebagai titipan.
Ketika kamu kehilangan, ditinggalkan, atau justru kamu yang meninggalkan, berarti memang sudah habis masanya untuk kamu nikmati.
Lalu kenapa kamu merasa kehilangan dan sulit melepaskan?

Aku terkesiap, sejenak murka namun aku sadar.
Ada kelegaan, kepalanku mengendur, amarahku pudar.
Jika tidak ada satu hal pun yang sebetulnya aku miliki seutuhnya, sebenarnya aku tidak pernah kehilangan apapun selama ini.
Maka aku mulai melepaskan, mengamatimu menghilang hingga tinggal bayang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar