aku pingin peluk kamu kencang-kencang sampai rasa sesak ini hilang.
Kalau kita ketemu lagi suatu hari,
aku harap bau parfummu masih sama seperti terakhir kita jumpa Natal tahun lalu.
Kubayangkan kamu masih akan pakai jeans biru yang kamu banggakan dipadu dengan sweater biru hitam abu.
Dan aku, tetap dengan jeans warna gelap dan kaus kesayanganku.
Kita akan duduk di restoran kecil tempat biasa kita buat janji temu setiap Sabtu, lalu kamu akan pesan sayur yang akan kamu paksa aku untuk ikut makan itu.
Lalu setelah makan, kita akan duduk bertopang dagu, mengobrol hingga tidak ingat waktu.
Ketika kita sudah merasa terusir karena tiba-tiba tempat itu banyak tamu, kita pindah ke kafe di seberang jalan, pilih tempat terpencil di pojokan, tempat kita bisa bicara tanpa orang lain tahu.
Kemudian setelah kita sadar sudah lewat jam sepuluh, kita akan diam sejenak, aku pesan ojek online, kamu menunggu.
Saat tumpanganku datang, sepertinya kita akan berhadapan, seperti yang lalu-lalu, berdiri canggung dengan tangan yang setengah membuka, satu kaki maju, ingin peluk tapi ragu.
Bisa kubayangkan lagi, setelah beberapa detik saling pandang, kamu akan tersenyum, mengacak rambutku, dan seperti yang dulu-dulu, kamu akan katakan, "hati-hati di jalan, jangan lupa kabari aku."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar