Tanpa terasa, aku sudah menyapamu lagi. Ya, ya, ya, aku tahu aku harusnya menyapamu lebih awal. Tapi, kupikir tidak terlalu terlambat, kan kalau aku menyapamu hari ini?
Sedikit cerita, aku sempat hampir saja melupakanmu, Desember. Aku terlalu sibuk dengan duniaku, menikmati detik demi detik, hari demi hari sepanjang tahun ini, sampai-sampai aku takut tahun ini segera berakhir. Kuharap kamu tidak sakit hati, Desember. Kamu tetap selalu aku nanti. Keberadaanmu selalu mampu membuatku bersemangat menghadapi pagi, menantikan liburan, ketika aku dapat sejenak lari dari kenyataan.
Desember, beberapa kawanmu sebelumnya tidak terlalu ramah padaku, sehingga cukup berat langkah demi langkah yang harus aku lewati bersama mereka. Oleh karena itu, aku mohon, berbaik hati lah padaku, ya? Hanya kamu kesempatan terakhir yang aku punya, untuk membuat akhir tahun ini berakhir manis. Aku yakin kamu mengerti. Aku yakin kamu mau membuka lenganmu lebar-lebar, meyambutku dengan senyum hangatmu (yaa meskipun cuaca Desember selalu sejuk dan sering hujan, ya?), kemudian menggandeng tanganku, dan berjalan bersamaku hingga di penghujung tahun ini. Antar aku ke gerbang tahun baru, ya, Desember?
Desember, aku selalu percaya kamu penuh dengan kisah menarik. Penuh juga dengan berbagai pengalaman menyenangkan yang membuatku terkesan. Aku penasaran. Akankah aku merasakan pengalaman mengesankan itu lagi tahun ini? Kuharap iya.
Baiklah, demikian sapaan singkatku untukmu, Desember. Penuh harapanku padamu, kamu akan membuatku tersenyum di akhir tahun ini, membuatku tetap hangat meski cuaca dingin tak bersahabat, dan mengantarkanku dengan selamat di awal tahun mendatang.
Be nice to me, December!
Sincerely,
Me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar