Translate

Senin, 08 Juli 2013

8 JULI 2013

Ini adalah hari yang membuat semua perjuangan terasa layak dijalani. Pengumuman SBMPTN (Saringan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah hari ini. Seharian, dilalui dengan penuh rasa gelisah,  dan penuh doa. Banyak yang bilang, saya ini berlebihan. Akan tetapi, saya benar-benar merasa luar biasa ketakutan akan adanya penolakan kali ini. Menurut orang-orang sekitar, tidak masuk UI bukanlah akhir dari dunia. Dunia saya tidak runtuh dan tidak akan terjadi kiamat. Iya, saya sadar itu benar. Tapi, masuk UI adalah mimpi saya. Mimpi gila yang saya tidak sangka bisa jadi kenyataan. It's too great to be true. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Siapa yang tidak mau masuk UI? Sudah sering saya bayangkan memakai jas almamater kuning yang menjadi ciri khas UI. Betapa bangganya. Akhirnya, setelah pengumuman menegangkan sore tadi, tidak lama lagi, mimpi itu jadi nyata. Betapa Tuhan mendengarkan doa saya.

Detik-detik pengumuman menjadi amat luar biasa menegangkan. Karena ribuan orang mau melihat pengumuman, maka server down untuk beberapa lama. Dari jadwal pukul 17.00, saya sendiri baru bisa membuka websitenya pukul 18.00. Itupun setelah saya titip minta tolong kakak saya di Jakarta untuk melihat pengumuman. Selama penantian itu, saya sambil online twitter. Saya stress melihat twit teman-teman yang sudah bisa melihat pengumuman, sedangkan saya belum. Saya juga senewen melihat whatsapp dari teman-teman yang menanyakan bagaimana hasil pengumuman. Ingin rasanya saya marah-marah. Lalu, begitu websitenya bisa dibuka...kakak saya yang ditelepon dari Semarang dengan berseru menyatakan saya lolos SBMPTN! Betapa girang hati saya. Saya langsung meletakkan handphone, lalu melompat dan memeluk budhe yang duduk di sebelah saya, dan saya menangis. Menangis kaget, terharu, bahagia. Semua jadi satu. Saya tidak percaya, sampai akhirnya kakak saya mengcapture hasil pengumuman, dan dikirimkan ke inbox facebook saya. Seketika saya tanyakan teman-teman saya yang belum saling berkabar. Mereka ada yang tidak lolos. Kontan saya sedih, dan bersyukur. Sedih karena mereka tidak lolos, dan bersyukur karena Tuhan telah memilih saya, membantu saya untuk masuk ke universitas yang menurut orang-orang sangat sulit untuk masuk.

Saya rasa, hasil penerimaan kali ini merupakan pembuktian diri saya, dan anugerah luar biasa dari Tuhan kepada saya. Saya percaya ini adalah yang terbaik, dan Tuhan punya rencana besar bagi saya dan keluarga saya di depan sana. Perjuangan saya masih sangatlah panjang. Hanya saja, gerbang menuju mimpi telah terbuka hari ini. Kini, doa saya ialah agar Tuhan menjaga saya untuk tidak terlalu lama tenggelam dalam euforia hari ini. Masih banyak teman saya yang harus berjuang meraih mimpinya, dan masih banyak teman yang kecewa akan hasil hari ini. Saya juga mengatakan pada keluarga saya, agar senantiasa mengingatkan agar saya tidak menyombongkan diri. Masih panjang jalan di depan sana. Saya selalu ingat kata-kata Ibu saya ketika saya kelas 4 SD. "Kalau kamu sombong, ingat-ingat ini sampai kamu besar. Kamu membuka lubang kuburan di hadapanmu sendiri." Dan saya percaya itu. Semoga setelah hari ini, langkah saya semakin ringan untuk meniti pelangi yang sedang Tuhan rajut untuk saya. Semoga setelah hari ini, saya semakin sadar rencana apa yang sedang Tuhan rancang bagi saya, dan saya belajar untuk membahagiakan tidak hanya diri saya sendiri, tapi juga membahagiakan orang-orang di sekitar saya.
Well, good night fellas. Have a nice sleep :)


-Semarang, 8 Juli 2013- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar